JANGAN REMEHKAN NYERI PUNGGUNG
MenurutĀ para ahli kesehatan, nyeri punggung adalah sensasi nyeri di daerah punggung bagian bawah atau yang dalam istilah kedokteran dikenal dengan istilah low backpain. Banyak orang yang – paling tidak pernah – menderitanya, namun sayangnya gangguan ini sering dianggap remeh sehingga tidak mendapat perhatian.
Berdasarkan hasil penelitian Kelompok Studi Nyeri Perdossi pada 14 rumah sakit di Indonesia pada bulan Mei 2002 menunjukkan bahwa terdapat 4.456 orang penderita nyeri dan 35,86% adalah penderita nyeri punggung bawah.
Berdasarkan sifatnya, nyeri punggung bawah dapt dikelompokkan menjadi 2 jenis, yaitu local low backpain atau sensasi nyeri yang hanya dirasakan di sekitar punggung bagian bawah, dan radicular low backpain atau sensasi nyeri yang menjalar dari punggung hingga ke bagian lain seperti paha atau tungkai.
Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan nyeri punggung, seperti trauma, mengangkat beban dengan posisi salah, olah raga yang berlebihan, atau posisi duduk yang salah. Selain itu bisa disebabkan oleh saraf terjepit yang biasa terjadi antara tulang lumbal ke-4 atau ke-5. Saraf yang terjepit melibatkan dikus yang terdapat dalam tulang rawan. Jika inti dalam dikus terkena benturan keras, maka dikus akan melemah dan menekan saraf yang mengakibatkan nyeri punggung. Kegemukan juga bisa menjadi pemicu nyeri punggung, karena punggung harus bekerja ekstra keras untuk menahan kelebihan bobot. Untuk mengurangi nyeri punggung yang diakibatkan oleh kegemukan adalah dengan menurunkan berat badan dan berolahraga secara teratur, bisa juga dengan melakukan terapi modalitas agar otot-otot menjadi relaks. Nyeri punggung juga dapat disebabkan oleh infeksi pada saraf, infeksi akibat TBC tulang, tumor tulang, atau gangguan metabolisme tulang.
Semua orang bisa terkena nyeri punggung, namun wanita lebih rentan sehubungan dengan gaya hidup wanita yang bisa memicu gangguan ini. Misalnya pemakaian sepatu hak tinggi, di mana kaki dipaksa mengikuti bentuk sepatu dan tertekan. Faktor haid juga dapat menimbulkan gangguan nyeri punggung, wanita yang sudah tidak mendapatkan haid produksi hormon estrogennya menurun dan membuat tulang mudah keropos. Demikan juga pola makan yang rendah kalsium sewaktu hamil, serta sikap duduk yang salah.
Nyeri punggung akibat local low backpain mudah diatasi, namun nyeri yang disebabkan oleh infeksi seperti tumor tulang, TBC atau saraf kejepit agak sulit penyembuhannya, bahkan harus dengan tindakan operasi. Pertolongan pertama yang perlu dilakukan saat nyeri punggung adalah:
- berbaring dengan posisi terlentang di atas kasur yang lunak selama 15 sampai 20 menit
- kompres dingin bagian yang terasa nyeri sekitar 15-20 menit hingga otot kembali relaks
- kemudian kompres hangat untuk merelaksasi aliran darah yang tersendat, sehingga otot yang tegang akan terstimulasi.
Dan untuk pencegahannya ada beberapa cara yang dapat dilakukan:
- Hindari terlalu sering memakai sepatu berhak tinggi, karena bukan hanya kaki yang tersiksa tapi juga organ lainnya misalnya cedera otot kaki, nyeri sendi, dan nyeri punggung.
- Duduk dengan posisi tegak dan relaks dengan telapak kaki menyentuh lantai, bila duduk untuk waktu yang lama jangan menunduk atau kaki menggantung.
- Tidurlah di kasur yang agak keras agar punggung tetap lurus saat tidur sehingga otot punggung tidak kaku dan peredaran darah tetap lancar
- Menjaga berat badan dengan olahraga rutin, mengurangi karbohidrat dan lemak, memperbanyak sayur dan buah
- Posisi punggung tegak saat mengangkat beban, karena jika menunduk otot-otot punggung bisa tertarik sehingga memicu timbulnya nyeri.
- Olahraga teratur, yang paling baik untuk mencegah nyeri punggung adalah berenang, namun jalan kaki 15-30 menit setiap hari juga baik untuk pencegahan nyeri punggung
- Tidak duduk terlalu lama, jika terpaksa harus duduk untuk waktu yang lama, setiap dua jam sekali selingi dengan berdiri dan berjalan-jalan sebentar.
Popularity: 15% [?]
Related posts:







