MENGENAL STROKE MATA

October 26, 2010
By darirumahku

Stroke – penyakit yang paling menakutkan ini tidak hanya menyerang otak, organ tubuh lainnya – seperti mata – juga tidak luput dari intaiannya. Stroke pada mata ialah tersumbatnya pembuluh darah pada retina secara mendadak, bisa terjadi pada pembuluh darah arteri (dialiri darah dari jantung ke mata) dan vena (dilairi darah dari mata ke jantung).

Untuk mengetahui adanya sumbatan pada pembuluh mata tidaklah sulit, karena dengan alat khusus dapat diketahui dengan jelas letak, jenis, dan tingkat keparahan peyumbatan. Penyumbatan pada arteri ditandai dengan penurunan ketajaman penglihatan secara mendadak, warna retina menjadi pucat karena kurang mendapat aliran darah. Penyumbatan arteri retina terdiri atas arteri retina pusat dan arteri retina cabang. Begitu juga dengan penyumbatan pada vena. Bila terjadi penyumbatan pada vena, maka retina akan berwarna merah yang ditimbulkan oleh pendarahan akibat pecahnya pembuluh darah yang tidak dapat menahan tekanan aliran darah yang disebabkan oleh penyumbatan tersebut.

Stroke mata biasanya terjadi secara mendadak tanpa didahului dengan gejala, meskipun terkadang ada gejala penglihatan yang hilang timbul. Oleh karena itu jika penglihatan mendadak hilang dan tak lama kemudian timbul lagi, sebaiknya segera periksakan diri sebelum keadaannya bertambah buruk. Bila dibiarkan, kerusakan pada retina akan semakin meluas, dan akan menyebabkan penurunan ketajaman penglihatan yang permanen.

Stroke mata biasanya terjadi pada usia lanjut. Namun tidak menutup kemungkinan terjadi pada usia muda. Dan wanita memiliki resiko terkena stroke mata lebih besar dibanding pria. Untuk mencegahnya, hindarilah faktor resikonya. Faktor resikonya antara lain adalah penderita darah tinggi, kencing manis, kolesterol tinggi, jantung, dan kekakuan pembuluh darah. Penyakit-penyakit tersebut bersifat merusak pembuluh darah hingga mudah tersumbat dan pecah.

Stroke mata pada usia muda biasanya disebabkan oleh kekentalan darah yang disebabkan oleh kelainan-kelainan tertentu. Selain itu juga dapat disebabkan oleh kontrasepsi hormonal, kehamilan, dan rokok. Rokok mengandung zat yang bisa menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah, biasanya terjadi pada perokok berat. Nikotin dari rokok akan masuk ke dalam pembuluh darah, dan makin lama akan makin menumpuk sehingga menimbulkan sumbatan di berbagai organ tubuh, termasuk mata. Mata termasuk organ tubuh yang pembuluh darahnya beresiko terkena sumbatan paling awal, karena pembuluh darah pada mata lebih kecil dibanding organ tubuh lainnya. Sumbatan pada retina bisa menimbulkan komplikasi berupa glaukoma atau peningkatan tekanan bola mata. Bila tidak onlinesverigecasinon.com segera diatasi gangguan ini bisa meimbulkan kebutaan. Bila faktor-faktor resiko ini tidak segera diatasi , bia terjadi penyumbatan di bagian lain, misalnya jantung dan otak yang dapat mengancam keselamatan jiwa.

Stroke mata sulit diatasi, pengobatan yang dilakukan tidak akan dapat membuat pasien dapat melihat kembali. Terapi ditujukan untuk membatasi kerusakan dan mencegah komplikasi dengan memperbaiki faktor resiko yang memicu timbulnya stroke mata. Bila penyumbatan diketahui secara dini dan belum menyebabkan kebutaan, masih bisa diatasi dengan baik. Sumbatan bisa dibuka dengan laser sehingga aliran darah kembali lancar.

Setelah sumbatan berhasil diatasi, kemungkinan kambuh sangat besar jika faktor resikonya tidak dikendalikan dengan baik. Jika memiliki riwayat tekanan darah tinggi batasi pemakaian garam, dan untuk penderita kencing manis, hindari makanan manis. Selain itu selalu mengecek tekanan atau gula darah. Hindari pula makanan yang banyak mengandung kolesterol, seperti goreng-gorengan, jeroan, daging kambing dan fast food. Berhentilah merokok dan minum minuman beralkohol, perbanyak makan buah dan sayur. Imbangi dengan olah raga minimal 2 kali seminggu. Bila memiliki penyakit tertentu yang menimbulkan pengentalan darah, selalu rutin memeriksakan diri dan mematuhi aturan pengobatan. Lakukan lebih banyak refreshing, karena bermanfaat untuk menghilangkan kejenuhan dan pikiran menjadi tenang. Dengan pikiran yang segar, maka seluruh organ tubuhpun menjadi segar.

Untuk menjaga kesehatan mata, hindari membaca di dalam ruangan yang tidak mendapat cukup pencahayaan atau membaca sambil tiduran, karena membuat mata cepat lelah. Jangan menonton TV terlalu dekat, karena televisi memancarkan sinar ultra violet yang bisa mengganggu kesehatan mata. Jarak normal menonton televisi adalah 7 kali lebar monitornya. Jangan mengusap atau menggosok mata terlalu keras. usap dengan kain bersih atau tisu. Bila mata sering gatal, beri obat tetes mata. Sebaiknya melakukan pemeriksaan rutin 6 bulan sekali ke dokter mata, meskipun tidak ada keluhan apa-apa, agar bila terjadi kelainan dapat segera ditangani.

Popularity: 36% [?]

Related posts:

Most Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*