SEKALI LAGI … WASPADAI STRES!

November 12, 2010
By futureshine

Setiap kita pasti pernah menghadapi masalah. Sayangnya, tidak semua orang dapat menyikapi masalahnya dengan baik. Sering terjebak dalam tumpukan masalah yang kemudian menimbulkan stres dan berakhir dengan depresi, baik depresi ringan maupun yang berat. Apalagi di zaman yang serba sulit ini, stressor (pemicu stres) semakin banyak dan beragam, mulai dari masalah keharmonisan dalam perkawinan, putus cinta, beban pekerjaan, atau masalah keluarga; namun pemicu yang paling utama munculnya depresi adalah faktor ekonomi. Bahkan WHO memprediksikan bahwa pada tahun 2015, kesehatan mental masyarakat Indonesia akan berada dalam keadaan yang sangat mengkhawatirkan. Dan yang lebih memprihatinkan, justru kaum perempuanlah yang paling rentan mengalami stres.

Menurut para pakar psikiatri, kondisi kaum perempuan tersebut disebabkan oleh faktor biologis, sosiokultural, dan genetik. Faktor biologis dipengaruhi perubahan hormonal yang berhubungan dengan reproduksi, yaitu hipothalamus dan hipofiseri. Sedangkan yang menjadi faktor sosiokultural adalah posisi subordinat perempuan dalam masyarakat kita, pada posisi ini perempuan  tidak diberi hak untuk mengambil keputusan, namun harus ikut bertanggung jawab atas keputusan yang tidak mereka ambil. Selain itu, perempuan sebagai ibu juga justru dibebani tanggung jawab terhadap keluarga serta kelangsungan kehidupan sosial dan ekonomi keluarga. Contoh sederhana, jika pada hari itu di rumah tidak ada makanan, ibulah yang ‘harus’ bertanggung jawab mencari cara agar anak dan suaminya tetap bisa makan. Sedangkan anak yang orang tuanya pernah mengalami depresi berat, seperti skizofrenia, lebih rentan mengalami gangguan serupa, inilah yang merupakan faktor genetik.

Baik depresi berat maupun ringan, harus tetap diwaspadai dan ditangani dengan segera. Karena bukanlah mustahil depresi ringan dapat meningkat menjadi depresi berat.  Ciri awal dari depresi adalah munculnya gangguan-gangguan yang bersifat sementara, seperti sulit tidur, sulit berkonsentrasi, dan tidak bersemangat. Jika dibiarkan gangguan-gangguan tersebut akan meningkat menjadi depresi ringan yang ditandai dengan gejala cemas (anxiety), fobia,  dan psikosomatik (gangguan fisik yang tidak ada penyakitnya) seperti mudah panik, sesak napas, atau gangguan lambung (maag). Penderita depresi ringan biasanya tidak membahayakan orang lain.

Namun jika depresi ringan tidak segera ditangani, seseorang akan mengalami tekanan atau stres yang lebih berat sehingga meningkat menjadi depresi berat. Berbeda dengan mereka yang mengalami depresi ringan, penderita depresi berat cenderung bertindak agresif sehingga dapat membahayakan orang-orang di sekitarnya. Karena depresi berat dapat membuat berhalusinasi sehingga seseorang akan kehilangan kontrol dan tidak dapat menentukan mana hal yang nyata dan tidak. Penderita akan kehilangan kemampuan untuk memahami realita.

Semua gangguan psikologis berawal dari kesahalan berpikir, misalnya bulimia (perilaku makan terus menerus yang tidak dapat dikendalikan),  anoreksia ( perilaku makan untuk kemudian dimuntahkan kembali karena terobsesi untuk menjadi kurus), insomnia (sulit tidur yang ekstrem) adalah bentuk stres yang disebabkan oleh kesalahan cara berpikir. Stres juga berhubungan dengan dua komponen, yaitu komponen luar (bencana alam, kemacetan, ujian, dan lain-lain) dan komponen dalam misalnya kepribadian. Dan berbicara tentang kepribadian berarti berbicara tentang gen-gen yang terganggu, cara seseorang dibesarkan, dan keputusan.

Apabila seseorang tidak memiliki gen-gen yang terganggu, misalnya tidak memiliki riwayat skizofrenia, maka kemungkinan besar ia tidak akan mengalami stres berat. Namun sebaliknya, jika seseorang dibesarkan dengan pola asuh keras akan cenderung dengan kekerasan, maka sangat mungkin akan melakukan hal yang sama pada anak-anaknya kelak. Karena itulah ada faktor keputusan, di mana ia sendiri yang akan memilih untuk tetap melakukannya atau tidak.

Namun pada akhirnya semua itu tergantung hanya pada keputusan yang digabungkan dengan  sebuah konsep ‘Me dan Di’ dalam teori psikologi, yang intinya adalah memulai segala sesuatu dari diri sendiri. Untuk merasakan disayang,  harus memulainya dengan menyayangi orang lain terlebih dahulu, lali memutuskan apakah kita akan terus dan tetap melakukan hal itu pada orang lain, seraya selalu berpikir positif tentang segala sesuatu.

Semua hal tersebut di atas tidak akan seimbang, jika tidak dibarengi kedekatan dengan Tuhan, karena hanya Dia-lah yang dapat menggerakkan hati manusia. Agama adalah ibu dari segala ilmu, juga ilmu psikologi. Itulah sebabnya ‘sehat’ dalam ilmu psikologi berarti sehat body, mind, and soul. Body (tubuh) adalah urusan dokter, mind (pikiran) urusan psikolog, sedangkan soul (jiwa) adalah urusan para ahli agama. Jika ada salah satu yang hilang, maka tidak akan didapat keseimbangan bagi yang bersangkutan dan orang-orang di sekitarnya.

Agar ketiganya tetap seimbang, perlu dilakukan latihan terus menerus dan mengantisipasi gangguan stres yang mungkin muncul dengan cara :

  • kenali diri sendiri agar tahu hal apa saja yang dapat membuat stres, dengan mengenali diri sendiri kita dapat mengatur diri sendiri
  • menciptakan irama hidup yang teratur, dan berusaha untuk konsisten dengan irama tersebut
  • menghindari spekulasi, karena spekulasi beresiko tinggi maka bagi yang sulit menerima hasil negatif janganlah berspekulasi. lakukan saja sesuatu yang pasti hasilnya, ini akan membuat hidup lebih tenang.
  • memulai hidup sehat, berarti menghindari pemicu gangguan seperti makanan berlemak, junk food, rokok, begadang, alkohol, dan lain-lain, karena gaya hidup tidak sehat membuat tubuh rentan bila terkena stres
  • olahraga teratur, karena dapat melancarkan peredaran darah sehingga tubuh menjadi lebih segar dan sehat, nutrisi yang dikonsumsi akan mengalir ke dalam tubuh dengan lebih baik
  • pendekatan spiritual kepada Tuhan, dengan pasrah dan berserah diri kepada Tuhan akan membuat diri pasrah dengan kesenangan dalam  menerima segala sesuatu yang terjadi dalam hidup.

Popularity: 5% [?]

Related posts:

Most Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*